Rabu, 10 Oktober 2012

PROTEIN


Protein


Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838.
Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih "mentah", hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.



Struktur Molekul Protein

Struktur Primer

Struktur Primer Protein (Image from w3.hwdsb.on.ca)Secara sederhana, struktur primer protein adalah urutan asam amino penyusun protein yang disebutkan dari kiri (N-terminal) ke kanan (C-terminal). AA bisa ditulis dalam singkatan 3 huruf atau 1 huruf. Jadi untuk gambar di atas bisa ditulis seperti ini:

Gly-Pro-Thr-Gly-Thr-Gly-Glu-Ser-Lys-Cys-Pro-Leu-Met-Val-Lys-Val-Leu-Asp-Ala-Val-Arg-Gly-Ser-Pro-Ala
atau
GPTGTGESKCPLMVKVLNAVRGSPA

Cara penulisan yang terakhir (kode 1 huruf) lebih banyak digunakan karena lebih praktis.

Struktur primer terbentuk karena ikatan peptida antar AA selama proses biosintesis protein atau translasi. Urutan asam amino dapat ditentukan dengan metode Degradasi Edman atau Tandem Mass Spectrophotometry. Atau bisa juga dari hasil translasi in silico gen pengkode protein tersebut.


Struktur Sekunder

Pada bagian tertentu dari protein, terdapat susunan AA yang membentuk suatu struktur yang reguler dengan sudut-sudut geometri tertentu. Ada dua struktur sekunder utama yaitu alfa-helix dan beta-sheet. Struktur ini terjadi akibat adanya ikatan hidrogen antar AA.

Struktur Sekunder Protein (Image from uic.edu)
Pada gambar sebelah kiri, terlihat bahwa struktur alfa-helix terbentuk oleh ‘backbone‘ ikatan peptida yang membentuk spiral dimana jika dilihat tegak lurus dari atas, arah putarannya adalah searah jarum jam menjauhi pengamat (dinamakan alfa). Satu putaran terdiri atas 3.6 residu asam amino dan struktur ini terbentuk karena adanya ikatan hidrogen antara atom O pada gugus CO dengan atom H pada gugus NH (ditandai dengan garis warna oranye).
Seperti halnya alfa-helix, struktur beta-sheet juga terbentuk karena adanya ikatan hidrogen, namun seperti terlihat pada gambar sebelah kanan, ikatan hidrogen terjadi antara dua bagian rantai yang pararel sehingga membentuk lembaran yang berlipat-lipat.
Tidak semua bagian protein membentuk struktur alfa-helix dan beta-sheet, pada bagian tertentu mereke tidak membentuk struktur yang reguler.


Struktur Tersier

Struktur Tersier Protein Dihydrofolatreductase (Image from chemguide.co.uk)










Struktur tersier adalah menjelaskan bagaimana seluruh rantai polipeptida melipat sendiri sehingga membentuk struktur 3 dimensi. Pelipatan ini dipengaruhi oleh interaksi antar gugus samping (R) satu sama lain.


Pertanyaan :

  1. Apakah protein masih ada erat kaitannya dengan asam amino ?
  2. Setiap protein mempunyai struktur yang spesifik. Salah satu diantaranya yaitu struktur primer. Struktur primer urutan asam amino dalam rantai polipeptida, untuk itu metode apakah yang bisa digunakan untuk menentukan struktur primer protein ?
  3. Mengapa protein dapat mengalami hidrolisis membentuk asam-asam amino ?


8 komentar:

  1. saya akan menjawab pertanyaan no 3,.
    menurut saya iya,,protein dan asam amino mempunyai hubungan yang erat. Karena protein itu sendiri merupakan hasil pencernaan protei dalam saluran pencernaan, sehingga dapat dikatakan bahwa asam amino merupakan penyusun protein itu sendiri yang diikat dengan ikatan peptida.

    BalasHapus
  2. saya akan menjawab no 3.
    protein dapat di uraikan atau di hidrolisis menjadi asam amino karena protein itu serdiri terdiri dari beberapa asam amino yang berikatan antara gugus amina dan gugus asam karboksilat antara asam amino yang satu dengan asam amino yang lain dengan membentuk ikatan peptida

    BalasHapus
  3. no 1. Asam amino itu kan cikal bakal dari protein. Ibaratnya seperti ini, protein itu adalah metamorfosis-nya asam amino. jadi mereka itu memang sangat erat antara protein dan asam amino.
    ^_^

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. mncoba menjawab pertanyaan no 1 ,protein itu ada kaitan erat dengan asam amino,karena Protein itu sendiri merupakan molekul yang sangat besar atau makrobiopolimer yang tersusun dari monomer yang disebut asam amino. jadi jelas berkaitan erat antara protein dengan asam amino.

    BalasHapus
  6. untuk jawaban nomor 1. asam amino dan protein jelas ada hubungannya,karena asam amino adalah hasil pencernaan protein dalam saluran pencernaan, sehingga dengan kata lain, dikatakan bahwa asam amino merupakan penyusun protein yang diikat dengan ikatan Peptide. Atau, asam amino adalah alfabet protein dan menetukan struktur-struktur protein yang penting.

    BalasHapus
  7. 1. asam amino adlah penyusun protein, jadi sangat erat kaitan antara keduanya

    BalasHapus
  8. Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika dipanaskan dengan asam klorida pekat, sekitar 6 M. Dalam hal ini, ikatan peptida diputuskan sehingga dihasilkan asam amino-asam amino bebas. Dalam tubuh manusia atau hewan, hidrolisis polipeptida atau protein terjadi karena pengaruh enzim.

    Semoga membantu...

    BalasHapus